Peluang Usaha Ayam Bakar


alt="peluang usaha ayam bakar"


Salah satu Usaha kuliner yang populer di masyarakat adalah Ayam Bakar. Kuliner favorit ini biasanya dibuat dari ayam berukuran sedang. Biasanya, ayam bakar disajikan bersama nasi putih atau nasi uduk, sambal, dan lalapan. Ayam bakar ini dapat dijual utuh atau dipotong–potong sesuai selera.

Peluang Usaha :

Mengingat proses pembuatan ayam bakar yang sedikit rumit dan menguras waktu, banyak orang yang akhirnya lebih memilih membeli dibanding membuat sendiri. Hal seperti ini membuka Peluang Usaha Ayam Bakar bagi sebagian orang.

Ayam bakar sendiri terdiri atas beberapa jenis, di antaranya Ayam Bakar Mentega, Ayam Bakar Taliwang, Ayam Bakar Rica–rica, dan Ayam Bakar Paniki. Ada lagi jenis ayam bakar yang cukup terkenal yaitu Ayam Bakar Sukabumi. Karena persaingan dalam usaha ini cukup ketat, ayam bakar buatan Anda harus memiliki ciri khas, baik dari segi rasa, penyajian maupun sambalnya, agar dapat bersaing.

Lokasi Usaha

Sebelum membuka usaha, pastikan dulu bahwa di sekitar tempat usaha Anda tidak terlalu banyak pesaing yang menawarkan menu sama. Hal ini untuk mencegah terjadinya persaingan yang tidak sehat karena berebut pelanggan. Peluang usaha kuliner ayam bakar Anda akan sangat besar jika usaha tersebut didirikan di kawasan yang ramai, misalnya di pinggir jalan raya atau di dekat pusat perbelanjaan.

Promosi

Ada salah satu bentuk promosi yang cukup efektif. Ciri khas tersebut adalah menggantung beberapa ayam bakar utuh di etalase sehingga bisa dilihat oleh setiap orang yang lewat. Gantungan ayam yang menggugah selera dapat mengundang orang yang awalnya sekedar lewat untuk akhirnya membeli ayam bakar Anda. Spanduk yang mudah terbaca dan mencolok menjadi sarana promosi yang sangat berguna. Selain itu, jangan sepelekan aroma yang muncul dari proses pembakaran ayam. Wangi ayam bakar yang menggugah selera dapat membuat orang membeli ayam bakar tersebut.

Tips Menjalankan Usaha Ayam Bakar :

Ayam bakar biasanya dijual mulai sore hingga tengah malam. Oleh karena itu, usaha ini membutuhkan penerangan yang memadai. Lampu yang cukup terang, ditambah papan nama berhiaskan lampu bisa juga digunakan lampu warna–warni bisa menjadi daya tarik tersendiri yang dapat menarik minat calon konsumen.


Buat bumbu ayam dan sambal seenak mungkin karena rasa menjadi salah satu faktor utama keberhasilan usaha ini. Untuk menemukan formulasi bumbu dan sambal yang tepat, tak ada salahnya jika Anda melakukan beberapa eksperimen dengan mencoba beberapa komposisi takaran bahan baku bumbu dan sambal.

Anda juga bisa menyediakan menu tambahan seperti aneka minuman baik minuman panas maupun dingin.



  • Tahukah Anda bahwa untuk membuka Usaha Ayam Bakar, Anda tidak perlu menggunakan pemanggang tradisionil yang menggunakan arang / tempurung kelapa. Saat ini sudah ada Kompor Panggang Tanpa Asap yang jauh lebih canggih dibandingkan pemangang tradisionil yang dapat Anda manfaatkan untuk berbagai keperluan, baik untuk keperluan bisnis kuliner maupun keperluan rumah tangga. Kompor Panggang Tanpa Asap ini menggunakan bahan bakar LPG (tabung ukuran 3 kg atau 12 kg) hingga praktis untuk berbagai keperluan, diantaranya untuk Usaha Ayam Bakar.

    Dengan menggunakan Kompor Panggang Tanpa Asap, Ayam Bakar yang Anda jual hasilnya lebih bersih. Anda juga tidak terlalu repot dan cape. Anda tidak perlu menyiapkan arang untuk perapian dan mengkipas-kipas kompor agar bara selalu menyala. Tinggal putar tombol/knop dan tunggu beberapa detik, nyala api di Kompor Panggang Tanpa Asap sudah menjadi bara dan sudah siap digunakan untuk membuat Ayam Bakar.


    Kompor Panggang Tanpa Asap terdiri dari 2 model yaitu :

    Kompor Panggang Tanpa Asap 4 Tungku

    dan


    Kompor Panggang Tanpa Asap 6 Tungku


    Spesifikasi lengkap Kompor Panggang Tanpa Asap dapat dilihat DISINI.

    Untuk membeli Kompor Panggang Tanpa Asap silakan klik DISINI.




  • Kisah Sukses Pedagang Ayam Bakar


    Jatuh Bangun Usaha Ayam Bakar, Kini Raup Ratusan Juta
    Usahanya sempat terpukul isu virus flu burung beberapa tahun lalu

    Membangun usaha sejak 2005, pemuda ini sempat berjaya dengan membuka restoran ayam bakar "Ngimbang" hingga mempunyai 15 cabang. Diterpa isu flu burung, usahanya ambruk. Mencoba bangkit, kini omzetnya mencapai ratusan juta per bulan.

    Pemuda tersebut adalah Dymas Tunggul Panudju, 28 tahun. Sejak duduk di bangku kuliah pada 2005, Dymas mencoba usaha kecil-kecilan dengan membuka tempat makan ayam bakar di Lamongan, Jawa Timur.

    "Waktu itu modalnya hanya dua kompor minyak dan satu penanak nasi," katanya.

    Nama "Ngimbang" ia ambil dari dari kecamatan tempatnya tinggal di Lamongan utara. Ia sengaja mengangkat kecamatan kelahirannya, karena waktu itu terjadi desentralisasi pembangunan di Lamongan utara, dan ia melihat potensi tersebut.

    Dymas jago dalam mengolah resep ayam bakar. Ia meracik bumbu hingga 36 kali sampai menemukan racikan resep ayam bakar yang tepat. Berkat ketekunan, keuletan, serta keahlian khusus untuk menghasilkan cita rasa yang pas sesuai lidah pelanggan, usahanya berkembang pesat.

    Restoran Ayam Bakar "Ngimbang" berkibar dengan berhasil membuka 15 cabang di Jawa Timur pada medio 2007-2009.

    "Kalau soal bumbu, itu rahasia, nanti ditiru. Namun, untuk menu, kami sediakan ayam bakar Ngimbang, ayam goreng mentega, dan bebek Halilintar," katanya.

    Pada akhir 2009, isu flu burung merebak di Indonesia, khususnya Jawa Timur. Masyarakat takut untuk menyantap berbagai makanan ayam. Dymas terkena imbas, penjualannya menurun drastis. Cabang-cabangnya tutup hingga tersisa tiga cabang di Malang, Surabaya, dan Lamongan.

    "Jatuh karena flu burung, ditambah berbagai pusat perbelanjaan tidak mengizinkan ia berjualan, karena polusi asap pembakaran ayam," kata pria lulusan Magister Human Nutrition Universitas Negeri Sebelas Maret ini.

    Melihat kondisi tersebut, Dymas putar otak. Dymas lalu mengedukasi masyarakat bahwa ayam bakar bikinannya bebas flu burung dengan menempel stiker anti flu burung. Hasilnya, saat ini ia berhasil menjual 250 ekor ayam bakar per hari.
    Kini, perjuangan Dymas pun tidak sia-sia. Dalam kurun waktu satu tahun, Dymas berhasil mengantongi uang hingga ratusan juta per bulan.

    "Susah kalau dihitung omzet setahun, beberapa miliar lah," katanya.

     Sumber :






    Baca Peluang Usaha yang lain disini :